Rabu, 20 Agustus 2025

𝐆𝐥𝐚𝐦𝐩𝐧𝐮𝐬𝐚 𝐁𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐞𝐫𝐢𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐇𝐔𝐓 𝐑𝐈 𝐤𝐞-𝟖𝟎 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐋𝐨𝐦𝐛𝐚 𝐒𝐞𝐫𝐮 𝐝𝐢 𝐏𝐚𝐫𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐇𝐨𝐭𝐞𝐥

 

  Karyawan Hotel Glampnusa Bali memeriahkan peringatan HUT RI Ke-80 dengan menggelar lomba yang mengasah kreativitas, Kamis (14/8/2025). (Foto: Wira Hrd)



𝑅𝑒𝑡𝑚𝑜𝑙.𝐼𝑑. 𝑁𝑢𝑠𝑎𝑑𝑢𝑎, 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑟𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔𝑎𝑡𝑖 𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑈𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 (𝐻𝑈𝑇) 𝐾𝑒𝑚𝑒𝑟𝑑𝑒𝑘𝑎𝑎𝑛 𝑅𝑒𝑝𝑢𝑏𝑙𝑖𝑘 𝐼𝑛𝑑𝑜𝑛𝑒𝑠𝑖𝑎 (𝑅𝐼) 𝑘𝑒-80, 𝑝𝑢𝑙𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎𝑤𝑎𝑛 𝐺𝑙𝑎𝑚𝑝𝑛𝑢𝑠𝑎 𝐵𝑎𝑙𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑒𝑙𝑎𝑟 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑔𝑎𝑚 𝑙𝑜𝑚𝑏𝑎 𝑚𝑒𝑟𝑖𝑎ℎ 𝑑𝑖 ℎ𝑎𝑙𝑎𝑚𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑟𝑘𝑖𝑟𝑎𝑛 ℎ𝑜𝑡𝑒𝑙. 𝐾𝑎𝑚𝑖𝑠,14 𝐴𝑔𝑢𝑠𝑡𝑢𝑠 2025.

𝑀𝑒𝑠𝑘𝑖𝑝𝑢𝑛 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑟𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑎𝑡 𝑎𝑐𝑎𝑟𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑙𝑜𝑚𝑏𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟. 𝐴𝑐𝑎𝑟𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡 𝑚𝑒𝑟𝑢𝑝𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑦𝑎𝑎𝑛 𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑈𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 (𝐻𝑈𝑇) 𝐾𝑒𝑚𝑒𝑟𝑑𝑒𝑘𝑎𝑎𝑛 𝑅𝑒𝑝𝑢𝑏𝑙𝑖𝑘 𝐼𝑛𝑑𝑜𝑛𝑒𝑠𝑖𝑎 (𝑅𝐼) 𝑘𝑒-80. 𝐷𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 "𝑇𝑎𝑘 𝐴𝑑𝑎 𝑅𝑜𝑡𝑎𝑛, 𝐴𝑘𝑎𝑟𝑝𝑢𝑛 𝐽𝑎𝑑𝑖", 𝑝𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎𝑤𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑒𝑙𝑎𝑟 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑔𝑎𝑚 𝑙𝑜𝑚𝑏𝑎 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑎𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎. 𝐾𝑒𝑔𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛 𝐿𝑜𝑚𝑏𝑎 𝑠𝑜𝑟𝑒 𝑖𝑛𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑟𝑖𝑎ℎ, 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔-𝑚𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔 𝑑𝑒𝑝𝑎𝑟𝑡𝑒𝑚𝑒𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑘𝑢𝑡𝑖 𝑙𝑜𝑚𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑐𝑎𝑟𝑎 𝑖𝑛𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑢 𝑚𝑎𝑢𝑝𝑢𝑛 𝑡𝑖𝑚. 𝐵𝑒𝑏𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎 𝑙𝑜𝑚𝑏𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑠𝑖𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎 𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑙𝑎𝑖𝑛: - 𝐼𝑛𝑗𝑎𝑘 𝐵𝑎𝑙𝑜𝑛 - 𝑇𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑝 𝐻𝑎𝑑𝑖𝑎ℎ - 𝐴𝑛𝑔𝑔𝑜𝑡𝑎 𝑇𝑢𝑏𝑢ℎ - 𝑀𝑒𝑛𝑔𝑢𝑚𝑝𝑢𝑙𝑘𝑎𝑛 𝐺𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑀𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛 𝐵𝑜𝑡𝑜𝑙 - 𝑀𝑎𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑟𝑢𝑝𝑢𝑘 - 𝐸𝑠𝑡𝑎𝑓𝑒𝑡 𝐵𝑜𝑙𝑎 - 𝐿𝑒𝑚𝑝𝑎𝑟 𝐴𝑖𝑟.


Panitia ( People & Culture) hotel Glampnusa dalam rangka perlombaan memperingati HUT RI Ke-80 (Kamis, 14/8/2025) Foto: Wira hrd)


" 𝑃𝑎𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑢𝑐𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑑𝑒𝑝𝑎𝑟𝑡𝑒𝑚𝑒𝑛 𝐺𝑙𝑎𝑚𝑝𝑛𝑢𝑠𝑎. 𝐾𝑒𝑔𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖 𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑑𝑖𝑙𝑎𝑘𝑠𝑎𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑐𝑎𝑟𝑎 𝑟𝑢𝑡𝑖𝑛 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑜𝑚𝑏𝑎 𝑑𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑑𝑖𝑎ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑟𝑖𝑘 𝑙𝑎𝑔𝑖" 𝑈𝑗𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 𝐴𝑦𝑢 𝑅𝑖𝑎 𝑃𝑒𝑜𝑝𝑙𝑒 &𝐶𝑢𝑙𝑡𝑢𝑟𝑒 𝑀𝑎𝑛𝑎𝑔𝑒𝑟 


 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑔𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢, 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑖ℎ𝑎𝑡 ℎ𝑎𝑑𝑖𝑟 𝐿𝑢𝑐𝑎 𝑀𝑎𝑢𝑟𝑖 𝑀𝑜𝑙𝑖𝑛𝑎𝑟𝑖 𝐻𝑜𝑡𝑒𝑙 𝑀𝑎𝑛𝑎𝑔𝑒𝑟, 𝐴𝑟𝑓𝑎 𝐶ℎ𝑖𝑒𝑓 𝐴𝑐𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑖𝑛𝑔, 𝐶ℎ𝑖𝑒𝑓 𝑆𝑒𝑐𝑢𝑟𝑖𝑡𝑦 𝑁𝑦𝑜𝑚𝑎𝑛 𝑊𝑎𝑟𝑘𝑎, 𝐾𝑒𝑡𝑢𝑡 𝐸𝑘𝑠𝑒𝑐𝑢𝑡𝑖𝑣𝑒 𝐶ℎ𝑖𝑒𝑓, 𝐸𝑖𝑛 𝐹𝑟𝑜𝑛𝑡 𝑂𝑓𝑓𝑖𝑐𝑒 𝑀𝑎𝑛𝑎𝑔𝑒𝑟, 𝐺𝑢𝑠𝑡𝑖 𝐶ℎ𝑖𝑒𝑓 𝐸𝑛𝑔𝑖𝑛𝑒𝑒𝑟, 𝑑𝑎𝑛 𝐵𝑢𝑑𝑖 𝐸𝑘𝑠𝑒𝑐𝑢𝑡𝑖𝑣𝑒 𝐻𝑜𝑢𝑠𝑘𝑒𝑒𝑝𝑒𝑟.

Peserta Lomba mendapat hadiah dari Panitia Penyelenggara HUT RI Ke-80 (Foto: Wira hrd)


 𝐾𝑒𝑔𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛 𝐻𝑈𝑇 𝑅𝐼 𝑘𝑒-80 𝐺𝑙𝑎𝑚𝑝𝑛𝑢𝑠𝑎 𝐵𝑎𝑙𝑖 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑑𝑢𝑎 𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑑𝑖𝑔𝑒𝑙𝑎𝑟 𝑑𝑖 𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑠𝑎𝑚𝑏𝑢𝑡 𝑎𝑛𝑡𝑢𝑠𝑖𝑎𝑠 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎𝑤𝑎𝑛. 𝐷𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑔𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖, 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑘𝑢𝑎𝑡 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑚𝑒𝑟𝑑𝑒𝑘𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔𝑎𝑡𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑗𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑟𝑎 𝑝𝑎ℎ𝑙𝑎𝑤𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑚𝑒𝑟𝑑𝑒𝑘𝑎𝑎𝑛 𝐼𝑛𝑑𝑜𝑛𝑒𝑠𝑖𝑎. 


 𝐺𝑙𝑎𝑚𝑝𝑛𝑢𝑠𝑎 𝐵𝑎𝑙𝑖 𝑏𝑒𝑟ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑚𝑒𝑚𝑒𝑟𝑖𝑎ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑦𝑎𝑎𝑛 𝐻𝑈𝑇 𝑅𝐼 𝑘𝑒-80 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑜𝑚𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑟𝑢 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡. 𝑆𝑒𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑔𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖 𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑖𝑛𝑠𝑝𝑖𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑘𝑢𝑎𝑡 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑚𝑒𝑟𝑑𝑒𝑘𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑚𝑎𝑗𝑢𝑘𝑎𝑛 𝐼𝑛𝑑𝑜𝑛𝑒𝑠𝑖𝑎. Merdeka, Merdeka tetap Merdeka.

Selasa, 10 Juni 2025

Karyawan Glampnusa Gelar Kegiatan Melukat Bersama di Pura Dalem Pingit sebatu Gianyar

 

Karyawan Glampnusa Gelar Kegiatan Melukat Bersama di Pura Dalem Pingit sebatu Gianyar (Selasa, 10/06/25)


Retmol.id. Gianyar - Menyambut Anniversary Glampnusa yang ke -1 pada Juli mendatang , Glampnusa mempersiapkan serangkaian acara dalam memeriahkan kegiatan tersebut. Salah satunya Acara melukat ke Pura Dalem Pingit sebatu Gianyar yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2025.

 Acara melukat merupakan kegiatan yang terakhir telah di agendakan oleh Panitia dari beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya, kegiatan melukat ini dilaksanakan bertepatan upacara piodalan purnama sadha. Kegiatan ini disambut meriah oleh Karyawan Glampnusa, sebagai rasa wujud bakti untuk menyambut Upacara Piodalan pada purnama Sadha.

Kegiatan Melukat pun berlangsung sangat khusyuk, tidak hanya karyawan yang beragama hindu saja namun karyawan di kalangan non hindu pun turut mengikuti acara tersebut.

Dengan pedoman rasa kebersamaan yang telah di pupuk oleh semua team management Glampnusa.

Glampnusa akan segera menyambut HUT nya yang Ke – 1 , tentunya dengan bertambah umur maka strategi bisnis pun akan semakin dewasa. Glampnusa akan terus berbenah diri untuk mempersiapkan strategi di tengah persaingan yang ketat.

Ayu Ria selaku People dan Culture Manager Glampnusa mengatakan, Tujuan dari kegiatan Melukat ini agar Kita membersihkan diri dari rasa iri, dengki, emosi yang mungkin kita rasakan selama berinteraksi satu dengan yang lain saat menjalankan tugas di operasional , selain itu kita berdoa dengan cara Hindu sebagai respect perusahaan terhadap karyawan umat Hindu ,Kami mengadakan program melukat adat Bali dalam rangka anniversary Glampnusa ke-1 karena kami ingin memperkuat hubungan kami dengan masyarakat lokal dan melestarikan budaya Bali. Kami juga ingin menunjukkan rasa syukur kami atas kesuksesan Glampnusa selama satu tahun terakhir. Melukat adat Bali adalah cara kami untuk memohon berkat dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa."

Sementara itu, People dan Culture Glampnusa Manager Ayu Ria menambahkan, “Saya berharap Glam semakin baik kedepannya dalam strategi bisnis maupun dan dengan adanya program – program yang kami adakan semoga bermanfaat bagi karyawan dan masyarakat, Kegiatan Spiritual ( Melukat ) ini penting karena kita ada di Bali dan kalau bukan kita tidak mungkin orang luar Bali yang akan melakukan budaya kita. Terbukti hari ini banyak wisatawan asing yg mengikuti prosesi melukat dan kita seharusnya bangga karena budaya kita diterima oleh negara lain, dilihat menarik dan kita harus tetap melestarikan ini untuk generasi “ .Ungkapnya


 Kegiatan ini dilakukan guna membersihkan/malukat bertepatan melaksanakan upacara piodalan pada Purnama Sadha,  Awalnya para karyawan melakukan persembahyangan bersama, setelah itu malukat/membersihkan diri ke beberapa pancoran yang ada. Kegiatan ini disambut antusias oleh para karyawan.

Selain dari karyawan yang sangat mensupport kegiatan hari ini , Management tentunya sangat mendukung kegiatan ini, terlebih tujuannya memupuk rasa pesaudaraan dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah menyelesaikan acara melukat yang khidmat dan penuh makna, karyawan Glampnusa bersatu untuk menikmati makan siang bersama di Restoran Green Kubu. Suasana riang dan ceria terasa di udara ketika karyawan berbaur dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama acara melukat.

Makanan lezat dan beragam disajikan di meja, dari hidangan khas Bali hingga masakan internasional. Karyawan dengan antusias menikmati makanan dan minuman sambil berbincang dan tertawa bersama.

Makan siang bersama di Restoran GreenKubu Selasa,10/06/25


Acara makan siang bersama ini tidak hanya memperkuat ikatan antara karyawan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dan membangun kebersamaan. Dalam suasana yang santai dan menyenangkan, karyawan Glampnusa dapat melepaskan kepenatan dan menikmati waktu bersama-sama.


Acara melukat dan makan siang bersama menjadi kesempatan yang berharga bagi karyawan Glampnusa untuk memperkuat ikatan, mempererat hubungan, dan membangun kebersamaan.


Sabtu, 10 Mei 2025

Berdoa Rosario : Sebuah devosi yang berpusat pada Yesus Kristus

 


Foto: Umat Komunitas Basis Gerejawi ( KBG) St Teofilus Mendaraskan Rosario pada  Jum'at malam 09/05/2025





St. Louis Marie Grignion de Montfort menuliskan sejarah Rosario sebagai berikut:

Blogger.Id. Teofilus Jom - Komunitas Basis Gerejawi ( KBG) St Teofilus - Sejak Doa Rosario ditata, secara prinsip dan substansial, sebagai doa kepada Kristus dan Penghormatan Surgawi, yaitu, Bapa kita dan Bunda Maria, doa Rosario adalah doa pertama dan menjadi devosi prinsip dari orang-orang yang percaya, dan telah dilakukan selama berabad-abad, dari zaman Para Rasul dan para murid sampai sekarang. Namun baru pada tahun 1214 lah, Gereja menerima Doa Rosario dalam bentuknya yang seperti sekarang dan menggunakan metode seperti yang kita pakai sekarang.

Doa ini diberikan kepada Gereja oleh St. Dominikus, yang telah menerimanya dari Perawan yang Terberkati sebagai hadiah pertobatan orang Albigensian dan para pendosa lainnya.

Saya akan menceritakan pada anda bagaimana kita menerima Doa Rosario, seperti yang tertera dalam buku yang sangat terkenal: De Dignitate Psalterii, yang ditulis oleh Beato Alan de la Roche.

St. Dominikus, yang melihat bahwa dosa orang-orang Albigensian sudah sangat berat, pergi menyepi ke hutan di dekat Toulouse, dimana ia berdoa tanpa henti selama tiga hari tiga malam. Selama berdoa ia tidak melakukan apapun kecuali meratap dan melakukan pertobatan yang keras untuk meredakan amarah Tuhan. Ia memohon dengan sangat disiplin dan bersungguh-sungguh, dan akhirnya ia jatuh kedalam kondisi koma.

Pada saat inilah Bunda kita menampakkan diri padanya, ditemani oleh tiga malaikat, dan berkata, “Wahai Dominikus, apakah engkau tahu senjata apakah yang diinginkan oleh Tritunggal yang Maha Kudus untuk dipakai guna memperbaharui dunia?”

“Oh, Ratuku,” jawab St. Dominikus, “engkau mengetahui jauh lebih banyak daripada aku, karena engkau selalu berada di dekat Putramu Yesus Kristus untuk menjadi kepala keselamatan bagi kami.”

Kemudian Bunda kita menjawab, “Aku ingin kamu tahu bahwa, dalam situasi perang seperti sekarang ini, senjata yang paling utama selalu adalah doa surgawi, yang adalah batu pondasi dari Perjanjian Baru. Karenanya, jika engkau ingin menyentuh jiwa-jiwa yang telah mengeras ini dan menyerahkannya kepada Tuhan, ajarkanlah Doaku.”

Kemudian St. Dominikus bangun, merasa sangat terhibur, dan terbakar oleh semangatnya untuk mempertobatkan orang-orang di wilayah tersebut, ia langsung pergi ke katedral. Ketika itu malaikat-malaikat yang tidak kelihatan telah membunyikan lonceng untuk mengumpulkan orang-orang, dan kemudian St. Dominikus mulai mengajar.

Pada awal khotbahnya, datang badai yang hebat, bumi serasa bergetar, matahari meredup, dan terjadi begitu banyak kilat dan cahaya sehingga semua orang merasa begitu tercekam dan takut. Perasaan takut mereka semakin menjadi-jadi ketika mereka melihat pada gambar Bunda kita yang terpasang di suatu tempat yang tinggi, Bunda menaikkan tangannya ke Surga tiga kali untuk memanggil penghakiman Tuhan ke atas mereka kalau mereka tidak mau bertobat, mengubah cara hidup mereka dan mencari perlindungan pada Bunda Suci Tuhan.

Melalui fenomena supernatural ini, Tuhan ingin menyampaikan devosi baru kepada Rosario Suci dan memperkenalkannya kepada semua orang. Paling tidak, ketika St. Dominikus berdoa, badai mulai mereda, dan kemudian ia mulai berkhotbah.

Begitu gamblang dan kuatnya ia menjelaskan Doa Rosario sehingga hampir semua orang Toulouse mempercayainya dan meninggalkan kepercayaan lama mereka yang salah. Dalam waktu yang singkat terlihat kemajuan yang besar di kota tersebut; orang-orang mulai hidup secara kristiani dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama mereka yang buruk.

Terinspirasi oleh Roh Kudus, dan diperintahkan oleh Perawan yang Terberkati dan juga karena pengalaman pribadinya, St. Dominikus mengajarkan Doa Rosario seumur hidupnya. Ia mengajarkannya dengan memberikan contoh dan juga melalui khotbah-khotbahnya, di kota-kota dan di desa-desa, kepada orang-orang kelas atas maupun kelas bawah, kepada pelajar dan orang-orang yang tidak bersekolah, kepada orang-orang Katolik dan bidat.

Doa Rosario, yang ia doakan setiap hari, adalah doa persiapannya untuk setiap kotbah dan merupakan caranya berjumpa dengan Bunda kita setiap selesai kotbah.

Satu hari ia harus berkotbah di Notre Dame di Paris, dan ketika itu adalah Pesta St. Yohanes Pembaptis. Ketika ia seperti biasa sedang berdoa Rosario di kapel kecil di belakang altar untuk mempersiapkan kotbahnya, Bunda kita muncul di hadapannya dan berkata: “Dominikus, meskipun apa yang akan engkau kotbahkan sangat baik, tapi aku membawa kepadamu kotbah yang lebih baik.”

St. Dominikus mengambil buku yang diulurkan oleh Bunda kita, membacanya dengan cermat dan, setelah ia mengerti dan bermeditasi, ia mengucapkan terima kasih kepada Bunda. Ketika saatnya khotbah tiba, ia naik ke atas mimbar dan, meskipun hari itu adalah Pesta St. Yohanes Pembaptis, ia malah berkata bahwa ia telah ditunjuk menjadi pengawal Ratu Surga.

Umat yang datang pada saat itu adalah para teolog dan orang-orang terpandang dan terpelajar, yang sudah biasa mendengar kotbah-kotbah yang manis atau yang tidak lazim; tapi St. Dominikus berkata bahwa ia tidak ingin berkotbah, sehingga terlihat bijak di mata dunia, tapi ia akan berbicara dalam kesederhanaan Roh Kudus dan keteladanannya yang kuat. Dan setelah itu ia mulai berbicara tentang Doa Rosario dan menjelaskan tentang Bunda Suci kata demi kata seperti menjelaskan pada sekelompok anak-anak, dan ia menggunakan ilustrasi sederhana yang ada di dalam buku yang diberikan kepadanya oleh Bunda kita.

Beato Alan, menurut Kartagena, menyebutkan beberapa peristiwa lainnya dimana Tuhan kita dan Bunda kita menampakkan diri kepada St. Dominikus untuk meyakinkan dan memberikan semangat kepadanya untuk terus mengajarkan Doa Rosario untuk menghapuskan dosa dan mempertobatkan pendosa dan orang-orang yang menyeleweng.

Dalam pasal yang lain Kartagena mengatakan, “Beato Alan berkata bahwa Bunda kita menampakkan diri kepadanya, setelah ia menampakkan diri kepada St. Dominikus, Putranya yang Kudus menampakkan diri kepadanya dan berkata, ‘Dominikus, Aku senang melihat kamu tidak hanya bergantung pada kebijaksanaanmu sendiri yaitu, daripada mencari doa manusia yang kosong, kamu bekerja dengan sangat rendah hati bagi keselamatan jiwa-jiwa.’

Banyak imam mencoba untuk mengajar dengan keras melawan dosa yang terburuk, namun mereka tidak sadar bahwa mula-mula, sebelum seseorang yang sakit diberi obat yang pahit, ia perlu dipersiapkan dengan menempatkan pikirannya pada bingkai yang benar supaya ia bisa benar-benar memperoleh manfaat dari obat tersebut.

Maka dari itu, sebelum melakukan apapun, seorang imam harus membangkitkan semangat berdoa dalam hati manusia dan terutama cinta kepada doa surgawi. Hanya jika mereka sudah mulai mengucapkan itu dan bertekun didalamnya, Tuhan yang Maha Pengampun akan sulit untuk menolak memberikan rahmat-Nya. Maka dari itu aku ingin kamu mengajarkan Doa Rosario-ku.”

Semua hal, bahkan yang paling suci sekalipun, bisa berubah, terutama jika mereka tergantung pada kehendak bebas manusia. Sehingga tidak heran bahwa, pada saat itu, semangat Doa Rosario Suci hanya bertahan satu abad setelah pertama kali diajarkan oleh St. Dominikus. Setelah itu, Rosario seolah-olah terkubur dan terlupakan.

Tidak diragukan juga, rencana kotor dan kebencian setan telah membuat orang-orang mengabaikan Doa Rosario, sehingga menghalangi penyaluran Rahmat Tuhan yang telah dibawa oleh Rosario ke atas bumi.

Sehingga, pada tahun 1349 Tuhan menghukum seluruh Eropa dengan wabah yang terparah yang pernah diketahui. Mulai dari timur, menyebar ke seluruh Italia, Jerman, Perancis, Polandia dan Hungaria, membawa kehancuran dimanapun wabah itu lewat, sehingga dari seratus orang jarang ada yang selamat untuk bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Kota-kota besar, desa-desa dan biara-biara hampir benar-benar kosong selama masa tiga tahun penyebaran epidemic wabah tersebut.

Penghukuman dari Tuhan ini langsung diikuti oleh dua hukuman lainnya, penyelewengan (heresy) oleh Flagellant dan perpecahan (skisma) tragis di tahun 1376.

Setelah itu, setelah pencobaan-pencobaan ini selesai, syukur kepada Allah yang Maha Pengampun, Bunda kita berbicara kepada Beato Alan untuk menghidupkan kembali Rosario Suci. Beato Alan adalah satu dari imam-imam Dominikan yang tinggal di biara Dinan di Inggris. Ia merupakan seorang teolog yang hebat dan pengkotbah yang terkenal.

Bunda kita memilih dia karena selain Doa Rosario dimulai di daerah tersebut, ia juga adalah seorang Dominikan yang berasal dari daerah yang sama, sehingga ia memiliki kharisma untuk membangun kembali kebiasaan ini.

Beato Alan memulai pekerjaan besarnya ini di tahun 1460, setelah menerima peringatan khusus dari Tuhan kita. Beginilah caranya ia menerima pesan penting tersebut, sebagaimana yang diceritakannya sendiri:

Satu hari ketika ia sedang mengadakan Misa, Tuhan kita, yang ingin menggerakkannya untuk mengajarkan Rosario Suci, berbicara padanya dalam Roti Kudus. “Mengapa engkau menyalibkan Aku lagi secepat ini?” kata Yesus kepadanya. “Apa maksudmu, Tuhan?” tanya Alan, ketakutan.

“Engkau telah menyalibkan aku sekali dengan dosa-dosamu,” jawab Yesus, “dan aku lebih suka disalibkan lagi daripada melihat Bapa-Ku dilukai oleh dosa-dosa yang engkau biasa lakukan. Engkau menyalibkan aku lagi sekarang karena kamu sebenarnya telah diajarkan dan telah mengerti bahwa kamu harus mengajarkan Doa Rosario Bunda-Ku, namun kamu tidak melakukannya. Jika saja engkau melakukannya, engkau bisa menuntun banyak jiwa ke jalan yang benar dan memimpin mereka menjauhi dosa. Tapi kamu tidak melakukannya, sehingga kamu sendiri juga bersalah terhadap dosa-dosa yang mereka perbuat.”

Teguran keras ini membuat Beato Alan sungguh-sungguh bertekad untuk mengajarkan Doa Rosario dengan tanpa henti. Bunda kita juga berbicara padanya pada suatu ketika untuk memberikan semangat padanya untuk mengajarkan Doa Rosario terus dan terus, “Engkau dulu adalah pendosa yang parah di masa mudamu, tapi aku memperoleh buah pertobatanmu dari Anakku. Jika mungkin, aku rela menjalani semua sengsara untuk menyelamatkanmu, karena para pendosa yang bertobat adalah kemenangan bagiku. Dan aku juga akan melakukannya supaya kamu bisa menyebarkan Doa Rosarioku kemana-mana.”

St. Dominikus juga menampakkan diri kepada Beato Alan dan bercerita padanya tentang hasil dari pengajarannya: ia telah mengajarkan Doa Rosario tanpa henti, kotbah-kotbahnya telah mendatangkan banyak buah yang baik, dan banyak orang telah bertobat selama ia mengajar.

Ia berkata kepada Alan, “Lihatlah buah yang demikian indah yang telah aku dapatkan melalui pengajaran Doa Rosario. Kamu dan yang lainnya yang mencintai Bunda kita harus melakukan yang sama sehingga, dengan melakukan Doa Rosario yang kudus, engkau bisa menarik semua orang kepada ilmu pengetahuan tentang kebajikan yang sejati.”

Secara garis besar, inilah cerita tentang bagaimana St. Dominikus memulai Doa Rosario Suci dan bagaimana Beato Alan de la Roche mengembalikan ajaran ini.

Dari sejak jaman St. Dominikus memulai devosi kepada Rosario Suci, sampai kepada waktu ketika Beato Alan de la Roche memulainya lagi di tahun 1460, Doa Rosario disebut dengan Doa kepada Yesus dan Maria. Ini karena doa ini mendoakan Salam Maria dengan jumlah yang sama seperti mazmur-mazmur dalam Kitab Mazmur Raja Daud. Dan karena orang-orang sederhana yang kurang berpendidikan yang tidak bisa mengucapkan Mazmur Raja Daud, Doa Rosario dianggap memiliki manfaat yang sama bagi mereka sama seperti Mazmur Raja Daud bagi orang-orang yang lain.

Sejak Alan de la Roche memulai kembali devosi ini, suara dari orang-orang, yaitu suara dari Tuhan sendiri, memberinya nama Doa Rosario, yang berarti “mahkota mawar.” Yang bermakna bahwa setiap kali orang mengucapkan Doa Rosario dengan bersungguh-sungguh, mereka mengenakan 153 mawar putih dan 16 mawar merah ke kepala Yesus dan Maria. Sebagai bunga surgawi, bunga-bunga ini tidak akan pernah kehilangan atau berkurang keindahannya.

Bunda kita telah menyetujui dan mengakui nama Rosario ini; ia telah menampakkan diri kepada beberapa orang bahwa setiap kali mereka mengucapkan Doa Salam Maria mereka memberikan pada Bunda Maria sekuntum mawar yang indah, dan setiap Doa Rosario yang didaraskan dengan penuh memberikan kepadanya sebuah mahkota mawar.

Jadi sebuah Rosario yang komplet adalah sebuah mahkota mawar yang besar, dan setiap kaplet yang terdiri dari sepuluh doa adalah seperti sebuah booklet bunga mawar atau sebuah mahkota kecil mawar surgawi yang kita letakkan di kepala Yesus dan Maria.

Bunga Mawar sendiri adalah ratu dari bunga, dan juga Rosario adalah mawar persembahan kita yang paling berarti dan bermakna.

Sumber :

Dibahasakan ulang dari terjemahan artikel http://www.theholyrosary.org/rosaryhistory di https://goo.gl/BO2mlt

Doa Rosario adalah doa khas umat Katolik. Namun seringkali timbul pro dan kontra mengenai doa tersebut. Perdebatan itu timbul karena adanya pertanyaan; mengapa kita harus berdoa Rosario? Mengapa kita harus berdoa kepada Maria?

Masih banyak umat Non-Katolik dan sebagian umat Katolik yang mengira bahwa doa rosario adalah doa kepada Maria. Sesungguhnya doa rosario adalah doa kepada Tuhan Yesus, dengan meneladani intersesi (bantuan doa) Bunda Maria. Melalui Maria menuju Yesus (Per Mariam ad Jesum). Didalam doa Rosario Bunda Maria menemani kita untuk merenungkan peristiwa kelahiran, penderitaan, dan kemuliaan Putranya.

Dengan berdoa Rosario kita dapat merenungkan misteri kehidupan Yesus dengan sepenuh hati. Paus Yohanes Paulus II (alm), menyatakan “Rosario telah menyertai saya di saat-saat suka dan di saat-saat duka,” tulisnya. “Dalam rosario saya selalu menemukan penghiburan.” “…kuasa doa rosario sebagai sumber damai di dunia dan sumber damai dalam keluarga, …dan akan selalu merupakan doa dari dan bagi keluarga.” Dan kesempatan lain ia menyatakan bahwa doa Rosario merupakan doa favoritnya. Cukup banyak umat Katolik yang mendaraskan doa ini pada saat-saat tertentu, bahkan adapula yang melakukannya setiap hari. Gereja Katolik menetapkan bulan Mei dan Oktober, dikhususkan sebagai bulan Maria dan Bulan Rosario. Doa Rosario didaraskan umat Katolik sedunia termasuk kita dengan penuh penghayatan



Umat Katolik sejak tanggal 1 Mei dari rumah ke rumah/Kos-kosan mengadakan ibadah rosario untuk berdevosi kepada Bunda Maria. Tradisi doa rosario merupakan kebiasaan umat Katolik yang sudah merakyat di seluruh dunia. Devosi merupakan salah bentuk ibadah dan kebaktian umat katolik yang sudah berlangsung sejak dahulu. Khusus devosi kepada Maria melalui Rosario direnungkan peranan Bunda Maria dalam misteri-misteri karya penyelamatan Tuhan Yesus Kristus. Umat Komunitas Basis Gerejawi ( KBG) Santo Teofilus Lingkungan Salve Regina Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusadua,Bali pada Bulan Mei berduyun-duyun dari rumah ke rumah/ Kos-Kosan untuk berdoa Rosario. Situasi keagamaan ini seperti terlihat di salah satu Wilayah Gereja di Paroki Maria Bunda Maria Bangsa Nusadua yakni di Komunitas Basis Gerejawi ( KBG) St Teofilus pada Hari Jumat malam (09/5/2025) yang dipimpin oleh Ketua Komunitas Basis Gerejawi ( KBG) saudara Teofilus Jom dan dihadiri seluruh Umat. Terlihat umat begitu antusias mengunjungi rumah/ Kos-kosan tempat pelaksanaan doa.


Foto: Umat Komunitas Basis Gerejawi KBG St Teofilus Lingkungan Salve Regina Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusadua Bali 


Pendarasan doa Rosario sendiri dipimpin oleh ketua kelompok/ KBG .Doa Rosario bersama dalam satu KBG menjadi kultus yang bisa dikatakan sangat istimewa dan ditunggu-tunggu. Lazimnya setelah berdoa Rosario tuan rumah menyajikan makanan dan minuman. Yakni, berupa kopi, teh, kue dan aneka snack.

Fakta lain juga menyuguhkan bahwa, doa Rosario dan/ ngaji giliran melahirkan nilai kebersamaan. Kebersamaan disini membuat hal yang kita sukai menjadi hal yang menarik.

Lebih lanjut, dikunjungi Bunda Maria untuk doa bersama dengan tetangga sekitar sebenarnya sangat menyenangkan dan membanggakan.

Pun selain saling berkunjung, disana kita bisa berdoa dan mengharapkan berkat kesehatan, kebahagiaan dan rahmat bagi sesama.

“ Doa Rosario secara teratur membantu kita untuk tetap berada di bagian dalam Maria yang indah dengan sukacita” ( Santo Montfort).



Sumber :

Dibahasakan ulang dari terjemahan artikel http://www.theholyrosary.org/rosaryhistory di https://goo.gl/BO2mlt

https://obormedia.com/product/rahasia-rosario-edisi-revisi/


Kodam XVII/Cenderawasih Gelar Bakti Kesehatan Operasi Katarak Dalam Rangka HUT Ke-62



Kodam XVII/Cenderawasih Gelar Bakti Kesehatan Operasi Katarak Dalam Rangka HUT Ke-62 , Kamis (8/5/2025)


Blogger.Id. Teofilusjom Jayapura Papua - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M diwakili Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Achmad Fauzi, S.I.P, M.M, M.H.I didampingi istri Ny. Medy Achmad Fauzi meninjau sekaligus membuka kegiatan Bakti Kesehatan Operasi Katarak dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-62 Kodam XVII/Cenderawasih bertempat di Rumkit TK II Marthen Indey, Jayapura Utara, Papua, Kamis (8/5/2025).


Kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai wujud kepedulian dan kontribusi nyata terhadap kondisi kesehatan masyarakat. terlebih, penyakit Katarak dapat menyebabkan kebutaan jika tidak diobati yang tentunya akan mengganggu aktivitas sehari-hari. 


Pada operasi Katarak kali ini, RS. Marthen Indey telah melaksanakan operasi pasien Katarak berjumlah 165 orang. Demikian pula, saat pemeriksaan lanjutan dari pasien yang melaksanakan Screening/seleksi kesehatan yang memenuhi syarat untuk melaksanakan operasi sebanyak 70 orang. Tampak seluruh operasi ini dapat berjalan dengan lancar dan aman dipimpin oleh dr. Dian SpM yang juga merupakan anggota Persit Kartika Chandra Kirana PD XVII/Cenderawasih menunjukkan dedikasi pengabdiannya kepada masyarakat Papua.


Sementara itu, dalam Sambutan Pangdam XVII/Cenderawasih yang dibacakan Brigjen TNI Achmad Fauzi, menyampaikan begitu besar manfaat kegiatan operasi katarak, sehingga meminta kepada tim medis untuk memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya, agar operasi katarak benar-benar dirasakan oleh seluruh pasien. 

”Kepada para peserta operasi katarak, pasca operasi Katarak nantinya agar melaksanakan perawatan mata untuk pemulihan, istirahat yang cukup, kurangi aktivitas berat dan jangan lupa periksa rutin ke dokter atau rumah sakit guna memantau pemulihannya,” ungkap Kapoksahli.


Turut hadir Kolonel Inf Richard Arnold Y. Sangari, S.E., M.M. (Asintel Kasdam), Para Dokter dan pejabat Kodam XVII/Cenderawasih serta Persit Kodam XVII/Cenderawasih.


Sumber: Kodam XII/ Cen Papua

Editor: Teofilus Jom 

Jumat, 09 Mei 2025

Tanamkan Disiplin dan Cinta Tanah Air, TNI Latih CPNS Mappi

 

Satgas Yonif 141/AYJP bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mappi menggelar pelatihan dasar kepemimpinan dan kedisiplinan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Mappi, Kamis (8/5/2025



Blogger.Id- Kabupaten Mappi - Guna mencetak calon aparatur negara yang berkarakter, disiplin, dan berintegritas tinggi, Satgas Yonif 141/AYJP bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mappi menggelar pelatihan dasar kepemimpinan dan kedisiplinan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Mappi, Kamis (8/5/2025).


Pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari, sejak awal Mei 2025, dipusatkan di Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas di Mappi. Materi yang diberikan meliputi baris-berbaris, pelatihan fisik dasar, wawasan kebangsaan, hingga penanaman nilai kedisiplinan dan semangat kebangsaan.

Dengan pendekatan militer yang humanis dan edukatif, personel Satgas membimbing langsung para peserta. Suasana pelatihan bukan hanya penuh semangat, tetapi juga menciptakan kedekatan antara prajurit dan CPNS sebagai mitra pengabdian kepada bangsa.

Komandan Satgas Yonif 141/AYJP, Letkol Inf Syurya Dharma, menyampaikan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah membentuk pondasi karakter CPNS sebagai pelayan masyarakat yang tangguh dan bertanggung jawab.

“Kami ingin para CPNS tidak hanya siap dari sisi administrasi, tapi juga memiliki semangat pengabdian, disiplin, dan cinta tanah air. Bekal ini penting untuk membangun Papua Selatan ke depan,” ujar Letkol Syurya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Mappi, yang melihat kerja sama tersebut sebagai bentuk sinergi nyata antara TNI dan pemerintah daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan.

Pelatihan ini juga dinilai sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan ASN yang profesional dan siap menghadapi tantangan pembangunan di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses.



Sinergi TNI-Polri Buka Akses Jalan Tertimbun Longsor di Kelila



Foto:  Sinergi TNI-Polri Buka Akses Jalan Tertimbun Longsor di Kelila ,Rabu (8/5/2025).


 Blogger.id.- Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Rabu Semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI-Polri kembali terlihat di tanah Papua. Satgas Yonif 641/Beruang (Bru) melalui Pos Kelila bersama aparat Polsek Kelila dan warga setempat, bahu-membahu membuka akses jalan yang tertutup akibat tanah longsor di Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Rabu (8/5/2025).


Tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu menghalangi jalur utama antar kampung, menghambat aktivitas masyarakat. Melihat kondisi tersebut, Dantim 2 Serda Taufik bersama sembilan personel Pos Kelila langsung turun ke lokasi bersama anggota Polsek dan Koramil, melaksanakan karya bakti membuka jalan secara manual.


Danpos Kelila, Kapten Inf Rio Bayu Rindyatmaja, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kebersamaan aparat keamanan untuk hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan.


“Kegiatan karya bakti ini murni demi kelancaran masyarakat. Kami, TNI dan Polri, satu hati membantu warga, terutama di saat kondisi darurat seperti ini,” ujarnya.


Pekerjaan dilakukan dengan alat seadanya, namun berkat kekompakan dan kerja sama seluruh unsur, akses jalan yang tertutup tanah longsor akhirnya berhasil dibuka dalam waktu singkat dan aman. Kepala Distrik Kelila, Amos Wenggi (52), menyampaikan rasa haru dan syukurnya atas inisiatif dan kerja keras TNI-Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak.





“Kami tak tahu bagaimana lagi harus berterima kasih. Bapak-bapak TNI-Polri sudah membantu kami dengan tulus dan ikhlas, tanpa pamrih. Semoga Tuhan selalu melindungi mereka dalam tugasnya,” ujar Bapak Amos.


Aksi tanggap darurat ini juga mempertegas peran TNI-Polri sebagai pengayom masyarakat, sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga. Di tengah tantangan geografis Papua yang berat, sinergi ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan harapan masyarakat.


TNI Jalin Silaturahmi Ke Tokoh Agama di Lanny Jaya

 

Foto: TNI Jalin Silaturahmi Ke Tokoh Agama di Lanny Jaya Jumat (9/5/2025


https://draft.blogger.com - Kabupaten Lanny jaya Papua - Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti rumah Bapak Deyus Wenda (52), seorang tokoh agama di Kampung Tima, Distrik Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, saat kedatangan tamu istimewa dari Pos Tima Satgas Yonif 614/RJP, Jumat (9/5/2025).

Dipimpin oleh Serka Jen, beberapa personel Satgas menggelar anjangsana ke rumah Deyus Wenda dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan membangun komunikasi sosial yang harmonis dengan para tokoh masyarakat, khususnya tokoh agama.



Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan teritorial TNI yang menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi dengan elemen masyarakat untuk menciptakan stabilitas dan rasa aman di wilayah penugasan.


Silaturahmi adalah amalan yang baik. Kami ingin memperkuat hubungan dengan para tokoh agama agar ke depan bisa terus bersinergi dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif di Distrik Balingga,” ujar Serka Jen.


Kedatangan personel TNI disambut hangat oleh Bapak Deyus Wenda. Dalam pertemuan sederhana itu, mereka saling bertukar cerita, berbagi pandangan tentang kehidupan masyarakat setempat, dan berdiskusi ringan tentang pentingnya kerukunan antarwarga.

“Kami merasa senang dengan kunjungan dari Bapak TNI. Semoga tali silaturahmi ini tetap terjaga dan membawa kebaikan bagi kita semua,” tutur Deyus Wenda.

Anjangsana ini tidak hanya menciptakan ruang dialog, tetapi juga memperkuat ikatan batin antara aparat dan masyarakat. Di tengah tantangan geografis dan sosial yang dihadapi warga pegunungan Papua, pendekatan humanis seperti ini menjadi pondasi kuat dalam menciptakan keamanan yang berbasis kebersamaan.


Rabu, 02 April 2025

Tragis, Kakak Beradik Tega Bunuh Ayah Kandung

 

Ilustrasi/Teofilus Jom 


 Teofilus.blogger– Dua kakak beradik tega membunuh ayah kandung sendiri di Desa Lembontonara, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Selasa (01/04/2025).

Peristiwa pembunuhan yang mengegerkan itu dibenarkan Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini dalam keterangan resminya.

“Benar, telah terjadi tindak pidana pembunuhan di Desa Lembontonara pada 1 April 2025 sekitar pukul 08.30 Wita Pelaku berjumlah dua orang, yakni MK dan SL, dan korban adalah AL, ayah kandung mereka,” ungkapnya.

Polisi menangkap dua remaja akak-beradik setelah membunuh ayah kandungnya di Morowali Utara (foto: dok. Ist/Kabar Aktual 


Menurut Reza, motif pembunuhan ini diduga kuat karena dendam lama terhadap sang ayah yang sering mabuk dan melakukan kekerasan terhadap ibu serta adik perempuan mereka.

Peristiwa ini bermula ketika kedua terduga pelaku tiba dari dari Kolonodale dan singgah di sebuag warung di Desa Tomata.

Di sana mereka meminjam dua buah parang dengan alasan untuk membunuh ular di kebun. Setelah itu, mereka langsung menuju Desa Lembontonara untuk mencari korban.

Setibanya di lokasi, mereka menemukan sepeda motor korban terparkir di depan warung. Tanpa ragu, MK langsung menghampiri korban dan mengayunkan parang.

Korban sempat menangkis dan mencoba merebut senjata. Namun SL langsung menebas korban dari arah belakang, mengenai kepala bagian atas hingga korban terjatuh.


Tak berhenti di situ, MK kemudian kembali menebas korban sebanyak dua kali di bagian wajah dan leher kiri hingga korban tidak berdaya.

Setelah memastikan korban tewas, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah Desa Tomata. Keduanya berhasil dibekuk tim Polsek Mori Atas.

“Kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan dan kasus ini telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Morowali Utara untuk penyelidikan lebih lanjut,” tutur Reza.


Sumber:

https://kabaraktual.id/2025/04/02/karena-suka-mabuk-dan-memukul-ibunya-dua-remaja-ini-habisi-ayah-kandung/

Innalilahi, Dua Jemaah Salat Idul Fitri 2025 Meninggal Tertimpa Pohon

 


Pohon beringin yang tumbang di Alun-alun Pemalang, Jawa Tengah, saat warga sedang persiapan salat Idul Fitri, 31 Maret 2025. Dua orang tewas tertimpa pohon dan belasan lainnya luka-luka. (Foto Dok. Netti Herawati 




Teofilusjom.Blogger- Malang- Pohon beringin tua di Alun-alun Pemalang, Jawa Tengah patah dan cabang pohon sebesar paha beserta ranting menimpa jamaah yang sedang bersiap melaksanakan Salat Id Masjid Agung Nurul Kalam. Akibatnya, 2 orang meninggal dan 17 lainnya cedera, demikian dilaporkan Netti Herawati, Senin, 31 Maret 2025.

Dua jemaah meninggal karena tertimpa pohon saat sedang mempersiapkan diri mengikuti salat Idul Fitri atau salat Id 2025. Kepala Kepolisian Resor Pemalang AKBP Eko Sunaryo mengatakan total ada 19 orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.


Informasi yang dihimpun ,  pohon beringin raksasa di Alun-alun Pemalang itu ambruk saat detik-detik menjelang pelaksanaan Salat Idul Fitri, sekitar pukul 06.45 WIB pagi tadi.


Pohon beringin itu pun menimpa para jemaah Salat Idul Fitri Masjid Agung Nurul Kalam Kabupaten Pemalang yang tengah duduk di shaf jalan lingkar Alun-alun Pemalang, tepatnya depan Indomaret.

"Tiba-tiba ambruk, keras sekali suaranya, orang-orang langsung pada lari." kata Heri, salah satu warga.


Total ada 19 korban dalam insiden itu. Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Sehat Pemalang. Dari seluruh korban, 11 orang diantaranya kritis, sementara 2 orang meninggal dunia.


Penulis: Netti Herawati 

Editor: Teofilus Jom 

Rumah Sakit ProMEDIKA Pontianak Resmi Tutup Mulai 1 April 2025

 



RS PRO MEDIKA – Suasana Rumah Sakit Pro Medika Pontianak yang tutup Per 1 April 2025. Rumah Sakit Pro Medika Pontianak menyatakan bahwa per tanggal 1 april 2025 pihaknya akan menutup seluruh operasional rumah sakit



Teofilusjom.blogger- Pontianak Kalimantan Barat – Rumah Sakit ProMEDIKA Pontianak, Kalimantan Barat resmi tutup dan menghentikan operasionalnya mulai 1 April 2025. Penutupan operasional rumah sakit yang berada di Jalan Gusti Sulung Lelanang ini diumumkan melalui akun instagram resminya @rs.promedika pada Selasa, 2 April 2025.

Beberapa Edar video di media sosial Facebook maupun Tiktok sudah tidak tampak lagi aktivitas di dalam rumah sakit tersebut. Hanya seorang petugas keamanan yang berjaga. Satu unit mobil ambulans masih terlihat berada di depan pintu masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD).



Mulai tanggal 1 April 2025 Rumah Sakit ProMEDIKA sudah tidak beroperasional. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Anda selama ini,” tulis akun Instagram @rs. Promedika.


Sudah 18 tahun rumah sakit yang berada di Kota Pontianak ini melayani masyarakat dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Banyak warga yang menyayangkan penutupan rumah sakit tersebut.


Senin, 31 Maret 2025

BERSAMA MASYARAKAT, TNI GELAR SHOLAT IDUL FITRI 2025 di Masjid Agung Sudirman



Denpasar- Moment Idul Fitri 1446 H bagi masyarakat Denpasar khususnya maupun Bali pada umumnya menjadikan moment yang sangat religius dan krusial bagi segenap masyarakat Bali. Hal itu, diperlihatkan ketika warga masyarakat Denpasar sekitarnya yang akan melaksanakan ibadah Sholat Ied saat memadati Masjid Agung Sudirman, bertempat di Jalan Slamet Riyadi No. 2, Dauh Puri, Denpasar Barat, Senin (31/3/2025).

Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1446 H kali ini, dihadiri oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI M. Zamroni dan Pju Kodam IX/Udayana di dampingi Kasrem 163/Wira Satya Kolonel Inf Davit Beni Upeni, para Kasi Kasrem 163/Wira Satya bersama segenap Prajurit, PNS dan keluarga serta masyarakat di sekitar Makorem 163/Wira Satya.

Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1446 H kali ini, dihadiri oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI M. Zamroni dan Pju Kodam IX/Udayana di dampingi Kasrem 163/Wira Satya Kolonel Inf Davit Beni Upeni, para Kasi Kasrem 163/Wira Satya bersama segenap Prajurit di Masjid Agung Sudirman Denpasar Senin 31/03/2024 


Bertindak sebagai Imam adalah Ustad M. Milhag Zahid, S.Pd., dan sebagai Khotib adalah H. Abdul Hakim Makawi, S.H., yang diikuti kurang lebih 600 orang.

Dalam ceramahnya H. Abdul Hakim Makawi, S.H., menyampaikan marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan memaknai hakikat takwa yang sesungguhnya, karena makna dari hakikat takwa jika kita mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, tentunya hidup kita akan bernilai dihadapan Allah SWT, yakni dengan kita mampu menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan nya.

Disampaikan juga oleh Khotib, sebagai bahan evaluasi diri, ada pelajaran penting dari puasa ramadhan yang telah kita laksanakan sebulan penuh, tentu bukan sekedar menahan lapar, dahaga dan syahwat semata, tetapi lebih dari itu, bahwa apa yang terjadi di negeri ini, maka “puasa” hadir sebagai solusi latihan spritual untuk melatih kesabaran dan berserah diri.

Sehingga diharapkan pada diri yang berpuasa, rakyat dan penguasa senantiasa ada pengendalian sifat-sifat tercela, penuh kesabaran dan keteladan dalam ucapan, sikap dan perbuatan dalam menyikapi setiap persoalan yang datang melalui sifat-sifat Al-Asmaa’ul Husna,” tandasnya

Diakhir kegiatan sholat Idul Fitri ini, Kepala Staf Korem 163/Wira Satya dan para Kasi Kasrem 163/Wira Satya bersalaman dengan anggota Korem 163/Wira Satya dan masyarakat sambil bermaaf maafan lahir dan batin.



Sabtu, 29 Maret 2025

Polsek Johar Baru: Titip Kendaraan Gratis, Mudik Tenang

 


Jakarta Pusat – Warga Johar Baru yang ingin mudik kini tak perlu cemas soal keamanan kendaraan. Polsek Johar Baru, Polres Metro Jakarta Pusat, membuka layanan penitipan kendaraan secara gratis bagi masyarakat yang meninggalkan rumah selama libur Lebaran. Rabu (26/3/2025).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa layanan ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian untuk memastikan kendaraan warga tetap aman saat ditinggal mudik.

"Daripada kendaraan dibiarkan tanpa pengawasan di rumah, lebih baik dititipkan di Polsek. Ini gratis, dan kami pastikan keamanannya," ujar Susatyo.

Kapolsek Johar Baru, Kompol Saiful Anwar, turut mengajak warga untuk memanfaatkan fasilitas ini agar mudik lebih tenang.

"Silakan titipkan kendaraan di Polsek Johar Baru. Tidak dipungut biaya, dan ini demi keamanan bersama," kata Saiful.

Salah satu warga Johar Baru, Ridwan (38), mengaku lega dengan adanya layanan ini.

"Rumah saya sering kosong saat Lebaran, jadi agak was-was meninggalkan motor. Dengan penitipan di Polsek, saya bisa mudik tanpa khawatir," ujarnya.

Hal senada disampaikan Lina (42), yang setiap tahun mudik ke kampung halamannya di Jawa Tengah.

"Biasanya motor ditinggal di rumah dengan rantai gembok, tapi tetap was-was. Kalau bisa dititipkan di kantor polisi secara gratis, tentu lebih aman," katanya.

Spanduk pengumuman layanan penitipan kendaraan ini dipasang pada Rabu (26/3/2025) pukul 20.30 WIB di Polsek Johar Baru, Jalan Kramat Pulo Gundul RW 13, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Penulis: H.Ranto

Editor: Teofilus Jom 

Kapolda Metro Jaya Tinjau Pos Pelayanan terpadu di Kedung Waringin Bekasi, Untuk Pastikan Pemudik 2025 Lancar

 


Bekasi- Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto S.I.K, Bersama Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., didampingi PJU Polda Metro Jaya serta Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa S.I.K.,M.H. Melaksanakan pengecekan Pos Pelayanan yang berada di kawasan PT IBU Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, (Jum’at 28/03/2025).


Dalam kunjungannya, Kapolda Metro Jaya secara langsung berinteraksi dengan masyarakat dan pengguna layanan di pos tersebut. Ia berinteraksi dengan pemudik serta memastikan fasilitas yang tersedia benar-benar memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat.


"Kami ingin memastikan bahwa pelayanan yang diberikan berjalan optimal dan benar-benar membantu masyarakat. Kenyamanan dan keamanan warga adalah prioritas utama kami," ujar Kapolda.


Selain berdialog dengan masyarakat, Kapolda juga meninjau berbagai fasilitas di Pos Pelayanan, termasuk kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan. Ia mengapresiasi kerja sama antara Polres Metro Bekasi dan pihak terkait dalam mewujudkan pelayanan prima di wilayah industri yang strategis ini.


Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polres Metro Bekasi terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama di kawasan industri yang menjadi pusat aktivitas ribuan pekerja setiap harinya.


“Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan kehadiran kepolisian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Kapolres.


Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan pekerja yang merasa lebih diperhatikan dengan adanya pos pelayanan yang mudah diakses serta didukung oleh petugas yang sigap dan responsif.


Dengan adanya pengecekan ini, diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin baik, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh Masyarakat yang beristirahat di Pos Pelayanan PT. Ibu, Kedung Waringin.

Penulis :H.Ranto

Editor: Teofilus Jom 

Jumat, 28 Maret 2025

Anak-Anak dari STT Banjar Batu Paras Cinta Budaya

 Pementasan Ogoh-Ogoh: Anak-Anak Meriahkan Tradisi di Padang Sambian

  Anak-anak dari STT Banjar Batu Paras   mengambil bagian Tradisi Ogoh-ogoh di Padangsambian Jum'at 28/03/2025


Denpasar -Dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Nyepi anak-anak dari STT Banjar Batu Paras Padang Sambian  menjadi saksi pementasan Ogoh-Ogoh Jum'at 28/03/2025.

Acara di perempatan Kebo Iwa Utara ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menampilkan bakat dan mengenalkan budaya Bali kepada teman-teman sebaya mereka.


Ajik Ngurah, salah satu narasumber, mengatakan, “Kapan lagi mereka bisa tampil dengan semangat seperti ini?” Momen ini tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga mengajak anak-anak merasakan euforia budaya Bali yang khas.


Acara ini menyatukan masyarakat, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi yang penuh warna. Dukungan orang tua dan komunitas diharapkan akan menjaga keberlangsungan tradisi ini untuk generasi mendatang. 


Penulis: Widianto 

Editor: Teofilus Jom 

I Dewa Nyoman Sumandra : Harapan Nyepi yang Harmonis di Balai Lingkungan Taman Harum

 



Denpasar-  I Dewa Nyoman Sumandra, sosok berusia 71 tahun yang telah mengabdikan dirinya sebagai pengurus di Balai Lingkungan Taman Harum, dengan penuh semangat berbagi harapan mengenai perayaan Nyepi tahun ini Jum'at 28/03/2025. 

Dengan pengalaman dan dedikasinya, ia berharap Nyepi kali ini dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. 

“Kami sudah siap menyambut perayaan ini, dan semoga seluruh warga dapat menjalani prosesi dengan khidmat,” ujarnya saat ditemui di Balai Lingkungan Taman Harum.


Dalam diskusi hangat tersebut, I Dewa menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan dan ketenangan selama Nyepi, meskipun ada tantangan tersendiri bagi beberapa warga. Ia mengungkapkan, “Kami juga memberikan dispensasi kepada sejumlah keluarga, terutama yang memiliki anak bayi, untuk menyalakan lampu seperlunya. Ini demi kenyamanan anak-anak yang masih membutuhkan suasana yang kondusif.”


Pendekatan yang manusiawi ini mencerminkan kepedulian komunitas terhadap kebutuhan masing-masing keluarga, di tengah semangat ketenangan yang menjadi inti perayaan.

Menghadapi Nyepi, semangat gotong-royong dan rasa saling menghormati di antara warga Padang Sambian semakin menguat. I Dewa Sumandra menekankan, “Kita harus saling mendukung dan memahami kondisi satu sama lain. Nyepi bukan hanya sekadar ritual, tetapi momen untuk memperkuat persatuan.” Dengan pandangan positifnya, I Dewa berharap perayaan Nyepi tidak hanya menjadi hari hening, tetapi juga menjadi titik awal untuk merajut kebersamaan yang lebih erat di komunitasnya. 


Penulis : Witanto

Editor: Teofilus Jom 

Pecalang Kerobokan Siap Amankan Acara Pengerupukan 2025

 

  Pecalang Desa Adat Kerobokan sedang Mengamankan  Acara Pengerupukan Juma'at 28/03/2025/ Witanto


Denpasar- Putu Sugiarta, Ketua Pecalang desa adat Kerobokan, menjelaskan bahwa mereka siap untuk mengamankan acara pengerupukan yang berlangsung sore ini. 

“Kami berharap acara pengerupukan dapat berjalan lancar di seluruh Bali, khususnya di Kerobokan,” ungkapnya dengan penuh semangat

Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan menjelang Nyepi, yang melibatkan masyarakat dalam upaya menjaga tradisi dan kebersamaan.

Dalam persiapan keamanan, Putu Sugiarta menuturkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat mengenai penutupan jalan. Tiga wilayah Kerobokan—Kelod, Tengah, dan Utara—akan terpengaruh oleh penutupan ini. 

Jalur yang ditutup akan dialihkan ke arah Gatsu Timur dan memutar lewat Padang Sambian untuk memastikan kenyamanan masyarakat,” imbuhnya.


Dengan semangat gotong royong, Putu juga mengajak semua warga untuk berpartisipasi aktif dalam acara ini. “Kami berharap dengan partisipasi masyarakat, acara pengerupukan kali ini dapat menciptakan suasana yang aman dan harmonis. Mari kita jaga tradisi ini bersama-sama,” tutupnya, menegaskan komitmennya untuk melestarikan budaya lokal. 

Penulis: Witanto

Editor: Teofilus Jom 

Parade Ogoh-Ogoh di Padang Sambian: Merayakan Tradisi dan Persatuan

 

 Parade Ogoh-Ogoh di Padang Sambian, Merayakan Tradisi dan Persatuan Jum'at, 28 Maret 2025/ Reporter Witanto

 Denpasar -Suasana Padang Sambian, Bali, dipenuhi warna-warni ceria saat ribuan warga berkumpul untuk menyaksikan parade ogoh-ogoh yang megah Jumat 28/03/2025. 

Aksi yang melibatkan sembilan banjar ini, mengusung tema persatuan, dimeriahkan oleh beragam karakter ogoh-ogoh yang diarak dengan penuh semangat. Momen tersebut bukan hanya sekadar festival, melainkan juga simbol kebangkitan komunitas setelah melewati berbagai tantangan sosial.

Para penonton terlihat antusias, meneriakkan dukungan kepada masing-masing banjar yang menampilkan karya seni perwayangan yang menakjubkan. Setiap ogoh-ogoh membawa pesan mendalam, mulai dari pelajaran moral hingga kritik sosial, menjadi jembatan komunikasi antara generasi tua dan muda. 

Dengan iringan musik gamelan dan gamelan modern, parade ini berhasil menyatukan semua elemen masyarakat, menyebarkan energi positif di tengah kehidupan sehari-hari yang kian padat.


 Bertepatan dengan Hari Suci Nyepi yang akan datang, parade ogoh-ogoh ini menandai persiapan spiritual dan kultural bagi warga Bali. Sebuah refleksi tentang harapan dan perhitungan diri sebelum memasuki tahun baru dalam kalender Bali. Dengan keberagaman yang dirayakan, budaya lokal terus terjaga dan dilestarikan, menegaskan kekuatan tradisi di era modern. 


Penulis: Witanto 

Editor: Teofilus Jom 

Kamis, 27 Maret 2025

Ogoh-ogoh Banjar Kelod 2025: Merayakan Tradisi dengan Hati dan Makna

 



Anak Muda Banjar Kelod Foto bersama Ogoh-ogoh hasil kreativitas Mereka , Rabu 26/03/2025



Teofilusjom.blogspot.com -Denpasar Di tengah suasana hangat menyambut Hari Suci Nyepi, pemuda-pemudi desa Banjar Kelod berkumpul dengan semangat penuh untuk menciptakan Ogoh-ogoh yang unik dan penuh makna, bertema "Paksa Bhairawa". 


Menggali inspirasi dari kisah Beghawan Barang, seorang pendeta pengelana beraliran Siwa, mereka tak hanya menyiapkan figur raksasa yang akan diarak, tetapi juga menyusun sebuah narasi spiritual yang mengajak seluruh masyarakat merenungkan nilai-nilai dalam hidup mereka.

Beghawan Barang, tokoh yang menjadi arketipe dalam tradisi ini, memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan ritual. Kisahnya yang menghadapi konflik antara ajaran spiritual dan permasalahan kemanusiaan menciptakan kedalaman makna bagi Ogoh-ogoh yang diarak. 

Di tengah bakti dan pengorbanan, Beghawan Barang berjuang untuk menyucikan arwah-arwah yang terlupakan, mengingatkan kita semua akan pentingnya empati dan kasih sayang terhadap sesama. Ogoh-ogoh ini menjadi simbol dari kekuatan kolektif komunitas, yang bertindak sebagai pengingat akan pentingnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah hidup.


Ogoh-ogoh hasil Karya Muda-mudi Banjar Kelod Rabu 26/03/2025


Semangat kebersamaan tercermin dalam setiap detak jantung acara ini. Warga Banjar Kelod sepakat, acara ini bukan hanya soal penampilan fisik Ogoh-ogoh, melainkan adalah ajang introspeksi yang menuntut mereka untuk menggali kedalaman hati dan pemahaman tentang sesama. 



Dalam suasana yang damai dan harmonis, mereka berupaya menumbuhkan kesadaran spiritual yang lebih dalam, memastikan bahwa tradisi ini terus hidup tidak hanya sebagai ritus, tetapi juga sebagai refleksi dari perjalanan batin setiap individu. 

Harapan mereka adalah perayaan ini akan mendatangkan kedamaian dan kekuatan spiritual bagi setiap peserta, menjadikan perjalanan menuju Hari Suci Nyepi sebagai langkah awal menuju kesucian jiwa. 


Penulis: Witanto 

Editor: Teofilus Jom 

Kepala KSOP Kelas II Benoa Herbert Elisa: Pelabuhan Benoa Siap Hadapi Lonjakan Pemudik Lebaran

 

Kepala KSOP Kelas II Benoa Herbert Elisa Paruntungan Marpaung (kanan) bersama Kepala Pelni Cabang Denpasar Arfah Yusuf (kiri) di sela meninjau arus mudik di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (26/3/2025) Retmol.id / Red Witanto


Teofilusjom.blogspot.com -Denpasar - Benoa berbenah menyambut kedatangan pemudik menjelang lebaran. Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Capt. Herbert E.P. Marpaung, Kepala Kantor KSOP Kelas II Benoa, berlangsung pada Rabu (26/3) untuk memastikan lancarnya arus mudik di pelabuhan. 



Sejak posko mudik dibuka pada 21 Maret lalu, tiga kapal Pelni telah tiba membawa para pemudik, menandakan tingginya antusiasme masyarakat untuk merayakan lebaran di kampung halaman. Diperkirakan, puncak keberangkatan dari Pelabuhan Benoa akan terjadi pada hari ini, 26 Maret, dan kembali pada 28 Maret mendatang. 

Kehadiran satu kapal Sabuk Nusantara juga akan mendukung arus mudik, dengan total penumpang yang diperkirakan mencapai sekitar 900 orang akan berangkat, sementara 400 orang lainnya sudah tiba di pelabuhan. Lonjakan jumlah pemudik ini menunjukkan semangat masyarakat Bali, yang ingin berkumpul dengan keluarga di hari yang istimewa.

Capt. Marpaung menegaskan pentingnya berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan setiap pemudik. 

"Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, dan otoritas akan terus memantau situasi di lapangan agar proses embarkasi dan debarkasi berjalan dengan lancar,"yang ujarnya. 

Dalam semangat lebaran, Pelabuhan Benoa siap menjadikan perjalanan pulang sebagai pengalaman yang berkesan bagi seluruh pemudik. 


Penulis: Witanto

Editor: Teofilus Jom

Jumat, 28 Januari 2022

RIP Pastor DR Servulus Isaak SVD: Damai Di Surga Dosenku, Doaku mengiringi kepergianmu ke Surga

 





Sumber Foto dari Facebook UNIKA St Paulus Ruteng 

Teofilusjom- Ruteng- Pada tanggal 1 Februari 2021 di RSUD Komodo,Labuan Bajo Manggarai barat, Flores NTT Pastor Servulus Isaak,SVD tutup usia sekitar pukul 05.30 WITA. 

Berharga di mata Tuhan, kematian semua orang yang dikasihi-NYA (MAZMUR 116:15).

Ayat Kitab Suci yang sangat cocok untuk mengenang Almarhum Pastor Servulus Isaak,SVD. Pada Tahun 2014 Saya mengenal Almarhum Pastor Servulus Isaak,SVD pada saat saya  sedang Kuliah di Sekolah Tinggi Keguruan dan  Ilmu pendidikan Santo Paulus Ruteng  pada Program Studi Pendidikan Teologi.  Pastor Servulus Isaak,SVD adalah Dosen Kitab Suci Perjanjian Lama , Dia mengajarkan Matakuliah Masmur dan Kitab Nabi-Nabi  , ketika Pastor Servulus Memberikan kami mata Kuliah Mazmur dan Kitab Nabi-Nabi  banyak hal yang baru saya dapatkan dari Matakuliah yang dibawakan oleh beliau ,dengan Kekhasan cara mengajar yang unik dan sangat luar biasa, dimana Dia meyajikan materi dengan sangat simpel , mudah dimengerti dan mudah diserapi oleh  saya juga teman-teman Mahasiswa Teologi yang lain. Mendengar kepergian Pastor Servulus Isaak, SVD dari media online Saya merasa Kehilangan seorang Gembala sekaligus Guru besar yang sudah mendidik saya juga mendidik Orang-orang muda Nusatenggara Timur lebih Khusus di Kabupaten Manggarai raya , banyak mahasiswa hasil didikan sudah sukses dan sudah bekerja di Pemerintahan  maupun Gereja , Kontribusi pastor Servulus untuk keuskupan Ruteng dan kabupaten Manggarai sudah sangat luar biasa, tentu kehilangan pastor Servulus meninggalkan Luka yang dalam dan ratap tangis bagi keluarga STKIP St Paulus Ruteng dan seluruh keluarga besar dari Pastor Servulus Isaak SVD  dan seluruh umat keuskupan Ruteng pada umumnya. 

Sumber Foto dari FB ( Tarang ) , Pastor Servulus Isaak, SVD sedang memimpin Perayaan Ekaristi


Banyak hal dalam kehidupan ini yang sulit untuk dimengerti, termasuk mengapa Allah memanggil pulang Pastor Servulus Isaak, SVD begitu cepat. Tetapi, satu hal yang aku tahu dengan pasti yaitu Allah itu baik dan penuh kasih. Allah itu baik bukan hanya karena Dia memberikan keberhasilan atau kesuksesan, tetapi karena Dia memang baik. Allah penuh kasih bukan hanya karena Dia memberikan berkat, tetapi karena Dia adalah kasih. Oleh karena itu, saya banyak belajar menerima bahwa di balik kepergian  Dosen terbaikku Pastor Servulus, Allah melakukannya dalam hikmat dan kasih-Nya bagiku sebagai mantan Mahasiswa Teologi . Saya banyak belajar dari beliau yang menjadi dasar hidup saya sebagai Biarawan Serikat Maria Montfortan (SMM ) . Kebijaksanaa dan Kerendahan hati dari Pastor Servulus.Banyak hal yang Dia sharing ketika beliau mengetahui saya sebagai Biarawan, Pastor Servulus mengatakan " Jadilah Biarawan yang Selalu berdoa dan mengandalkan Tuhan" Kata-kata ini yang menjadi pegangan hidup saya pada saat saya masih menjadi Biarawan Montfortan, walaupun sekarang saya sudah menjadi Awam tapi apa yang dikatakan oleh Pastor semasa hidupnya menjadi pegangan Hidup saya sebagi awam saat ini. Apa yang dikatakan oleh Almarhum kepada saya merupakan kekayaan Rohani yang luar biasa yang saya dapatkan dari Pastor Servulus Isaak,SVD.

Pastor Servulus Isaak,SVD adalah Mantan Ketua STFK Ledalero, Ketua STKIP St Paulus Ruteng dan Provinsial SVD Ruteng.


KARENA KAMI TAHU, BAHWA JIKA KEMAH TEMPAT KEDIAMAN KITA DIBUMI INI DIBONGKAR, ALLAH TELAH MENYEDIAKAN SUATU TEMPAT KEDIAMAN DI SURGA BAGI  KITA. SUATU TEMPAT KEDIAMAN YANG KEKAL, YANG TIDAK DIBUAT OLEH TANGAN MANUSIA ( 2 Korintus 5:1 ).


Selamat Jalan Gembalaku, Dosenku dan Guru besarku Pastor Servulus Isaak SVD.Istirahatlah dengan Para Kudus di surga, semoga menjadi pendoa bagi kami umatmu....


Bali, 01 Februari 2021

Dari Mantan Mahasiswamu pada Program Pendidikan Teologi STKIP St Paulus Ruteng


Teofilus Jom